Ephemera*
I do remember hate that came after broken heart
Sadness that make me so helpless,
I can fight
I can remember how long it least
I’m sure it went away so freakin’ fast
Far, too many emotion that taint my soul
before my faith
And often I drown in the moment
when in the end they all:
Ephemera
I do remember laughter
that can make my stomach hurt
with happiness that make it all pretty,
even a dirt
I can remember how long it least
I’m pretty sure it went away so fast
Far, too many emotion that taint my soul
before my faith
And often I drown in the moment
where every path I take feels seem
the only on the right direction
So I’m growing old,
but life doesn’t seem as pretty
with sometimes life as not endless sea
(blue as the sea, blue as the sky)
Everywhere I look, everywhere I turn
Everytime I grow and everytime I burn
I should not mind to mourn
Sometimes, it just:
Ephemera
["Ephemera"-Letto]
Review:
Noe memang jagonya nulis lirik lagu. Setelah mendengar lagu ini dan mencermati liriknya, saya acungkan jempol buat Noe. Dalem banget, euy! Membuat saya tersenyum-senyum dan menghapus air mata yang sempat mengalir sebelumnya. Heuheuheu… *saya yang lagi kambuh cengeng-nya
* Lumayan memberikan kesejukan di hati yang sempat gundah sejak 17 Mei lalu ^.^ Juga membuat saya menghela napas dan berpikir:
“Sudahlah, engkau hanya taksengaja muncul dalam ingatannya, lalu ingatan itu akan segera terbang hanyut terbawa badai. Seperti masa lalu. Seperti ketakhadirannya di sini. Seperti kisah kalian yang takkan pernah selesai meski t’lah usai.”
* : ‘berlangsung sebentar saja’
Jatinangor, Connect No.7, pkl.8.49
Kunaon deui atuh neng? si hujan kah yang kau maksud?
Bukan si Hujan qo
Cuma masa lalu yang datang tiba-tiba, lalu pergi lagi. Kayak kilat, muncul sekejap lalu dengan cepat menghilang. Satu mozaik yang ingin daku lupakan sebenarnya. Heu…
alah siah sok pura-pura…. tapi bener kitu lain si hujan??? atau nu tabrakan tea nya??? atau nu mana atuh ih. meni kitu ih!!
geus weh jujur-jujur. da pasti nyadar atuh!
hahaha budak saha sih maneh teh??
Iya Ceu le kriuk kriuk kresss, bener da lain si hujan
Tapi nu tabrakan April lalu tea gening. Jujur ieu mah, dan memang semua yang berhubungan sama manusia yang satu ini selalu hanya “ephemera”, berubah-ubah, gak pasti.
And then, like you always said le:
“Berharap masa lalu terulang? Hey, girl, wake up!!! Sia-sia aja!”
Do’akan ci biar tep bisa berlapang dada, sabar, dan “gak pake hati” ya Ceu, dalam menghadapinya yang takingin melepas, tapi juga takingin mengikat. Begitulah dirinya, like he always do to me… Heu…